Usman Kholik

ucapan Q

Selamat Datang di Usman Kholik Blog Semoga Bermanfaat

Senin, 12 Desember 2011

Makalah Mahluk hidup dalam Ekosistem Alami


MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM ALAMI


DI SUSUN OLEH : 1. USMAN KHOLIK
                           
JURUSAN          : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2011/2012

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………. i
Daftar Isi……………………………………………………………………….. ii

BAB I
Pendahuluan…………………………………………………………………… 1-2
a.       Latar Belakang…………………………………………………………  2
b.      Rumusan Masalah……………………………………………………...  2
c.       Batasan Masalah……………………………………………………….  2
d.      Tujuan Makalah………………………………………………………..  2
e.       Manfaat Makalah………………………………………………………  2
BAB II
Pembahasan…………………………………………………………………..  3-17
1.Ekosistem Darat……………………………………………………………   3-8
2.Ekosistem Perairan…………………………………………………………  9-17
BAB III
Penutup……………………………………………………………………...   18
a.       Kesimpulan……………………………………………………………   18
b.      Saran…………………………………………………………………..   18
Daftar Pustaka……………………………………………………………….   19







KATA PENGANTAR

       Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt, yang hingga saat ini masih melimpahkan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ MAKHLUK HIDUP  DALAM EKOSISTEM ALAMI”
      Makalah ini mengulas tentang ekosisitem  alam  yang terdapat dalam lingkungan makhluk hidup dan pengaruhnya dalam proses kehidupan Makhluk hidup yang selalu berkaitan erat antara Makhluk hidup dengan lingkungan sekitar.
     Kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan atau kesalahan ,oleh karena itu kritik dan saran selalu kami harapkan agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.
     Akhir kata dari kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pembuatan makalah ini. Semoga  makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah SWT senantiasa meridhaisemua usaha kita,Amin.


Penulis









BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Ekosistem adalah suatu unit fungsional dari berbagai ukuran yang tersusun dari bagian komponen dan sistem secara keseluruhan berfungsi berdasarkan suatu urutan kegiatan yang menyangkut energi dan pemindahan energi. Dengan beberapa perkecualian, sumber energi azali adalah matahari. Energi matahari ditangkap oleh komponen ototrofik yaitu tumbuh-tumbuhan hijau. Energi yang tertangkap disimpan dalam ikatan kimia zat organik tanaman, yang merupakan tanaman yang mendorong  terus berjalannya komponen heterotrofik sistem tersebut. Organisme heterotrofik meliputi semua bentuk – bentuk kehidupan yang lain.

Dalam struktur seperti ini tingkatan trofik yang mengkonsumsi tumbuhan tingkatan pertama antara lain adalah hewa- hewan yang disebut hebiivora. Herbivore pad gilirannya dikonsumsi oleh karnivora, yang pada giliran berikutnya dikonsumsi oleh karnivora yang lebih besar.

Komponen terkahir dari struktur trofik yaitu pengurai atau decomposer. Pengurai dalah organisme terutama bakteri yang memecah molekul organikk yang kompleks dari organisme mati, menjadi molekul sederhana sehingga dapat digunakan lagi oleh ototrof.

Komponen abiotik yang diperlukan dari struktur trofik suatu ekosistem adalah suatu sumber energy, nutrient dan sumber air.









B.                 RUMUSAN MASALAH
Mahluk hidup dalam ekosistem alami

C.                 BATASAN MASALAH
1.      Ekosistem Darat
2.      Ekosistem Perairan (Air Tawar)
3.      Ekosistem Laut

D.     TUJUAN MAKALAH
Tujuannya agar dapat  menambah wawasan bagi pembaca,khususnya para mahasiswa Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan,agar lebih memahami tentang pengertian Ekosisitem serta golongan-golongan Eosistem yang terbagi atas beberapa golongan.

E.      MANFAAT MAKALAH
Makalah ini dibuat adalah sebagai acuan atau panduan untuk para pembaca dan juga  mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dalam proses pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah















BAB II
PEMBAHASAN

1.      EKOSISTEM DARAT (TERRESTRIAL)

Ekosistem darat yang memiliki tipe struktur vegetasi dominan dalam skala luas disebut bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim, letak geografis, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut. Berdasarkan posisi geografis, iklim, garis lintang dan ketinggian letak dari permukaan laut bioma dibedakan antara lain sebagai berikut.

a. Bioma Gurun
Bioma yang terletak dibelahan bumi sekitar 20°-30° lintang utara dan lintang selatan atau di daerah tropika yang berbatasan dengan bioma padang rumput.

Ciri-ciri bioma gurun antara lain sebagai berikut.

Curah hujan rendah, yaitu 25 cm pertahun.

Pancaran matahari sangat terik, penguapan tinggi, dan suhu siang hari dapat mencapai 40°C pada musim panas.

Perbedaan suhu siang dan malam hari sangat besar.

Vegetasi di daerah gurun di dominasi oleh tanaman kaktus, sukulen, dan berbagai belukar akasia yang berduri.

 Hewan yang menghuni daerah gurun. Umumnya adalah serangga, hewan pengerat, ulat dan kadal. Contoh bioma gurun adalah Gurun Sahara di Afrika, Gurun Gobi di Asia, Gurun Anzo Borrega di Amerika.




b. Bioma Padang Rumput

Bioma padang rumput terbentang dari daerah tropika sampai ke sub tropika. Ciri-ciri bioma padang rumput antara lain sebagai berikut.

1)      Curah hujan 25 - 50 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.

2)      Vegetasi yang mendominasi adala rerumputan. Rumput yang hidup di bioma padang rumput yang relative basah. Ukurannya bisa mencapai tiga meter, misalnya rumput Bluestem dan Indian Grasses. Rumput yang tumbuh di bioma padang rumput kering, ukurannya pendek-pendek, misalnya rumput Grana dan Buffalo Grasses.


3)      Hewannya adalah bison, Zebra, kanguru, singa, harimau, anjing liar, ular, rodentia, belalang dan burung.


Contoh bioma padang rumput antara lain Amerika Utara, Rusia, Afrika Selatan, Asia dan Indonesia (Sumbawa).














c. Bioma Hutan Gugur

Pada umumnya terdapat di sekitar wilayah subtropik yang mengalami pergantian musim panas dan dingin. Hutan gugur juga terdapat diberbagai pegunungan di daerah tropis.

Ciri-ciri bioma hutan gugur adalah sebagai berikut:

1)      Curah hujan sedang, yaitu 75 -150 cm per tahun.

2)      Mengalami 4 musim, yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin dan musim semi.

3)      Tumbuhannya mempunyai menggugurkan daunnya pada musim gugur.

4)      Vegetasinya adalah pohon Maple, Oak, Beech, dan Elm.

5)      Hewan yang menghuni pada umumnya adalah Rusa, Beruang, Raccon, Rubah, Bajing, dan Burung Pelatuk.


Contoh bioma hutan gugur adala Kanada, Amerika, Eropa dan Asia.












 d. Hutan Hujan Tropis

Bioma ini terdapat di wilayah khatulistiwa dengan temperature yang tinggi sekitar 25°C. Ciri-ciri hutan hujan tropis antara lain sebagai berikut.

1)      Curah hujan bioma hutan hujan tropis cukup tinggi, yatu sekitar 200-225 cm per tahun.

2)      Tumbuhannya tinggi dan rimbun membentuk tudung yang menyebabkan dasar hutan menjadi gelap dan basah.

3)      Tumbuhan khas, ialah liana dan epifit.

Contoh liana adalah rotan sedangkan epifit adalah anggrek.

4)      Vegetasinya didominasi oleh tumbuhan yang aktif melakukan fotosintesis, misalnya jati, meranti, konifer, dan keruing.

5)      Hewannya didominasi oleh aneka kera, babi hutan, burung, kucing hutan, bajing (tupai) dan harimau


.
Contoh bioma hutan hujan tropisnya adalah hutan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua, dan Brasil.









e. Bioma Taiga

Bioma ini terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropis dan pegunungan tropis. Ciri-ciri bioma taiga adalah sebagai berikut.

1)      Curah hujan sekitar 35 cm per tahun.

2)      Bioma yang biasanya hanya terdiri dari satu spesies pohon, yaitu conifer (pinus).

3)      Masa pertumbuhan flora pada musim panas antara 3 sampai 6 bulan.

4)      Suhu di musim dingin sangat rendah, dan mengalami musim dingin yang panjang.

5)      Vegetasinya Sprice (Picca), Alder (Alaus), Birch (Berula) dan Junipce (Juniperus).

6)      Hewannya antara lain moose, beruang hitam, serigala dan morten.


Contoh bioma taiga terdapat di Amerika Utara dan dataran tinggi  diberbagai wilayah












f. Bioma Tundra

Bioma ini terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara yang disebut Tundra artik dan di puncak gunung disebut Tundra alpin. Ciri-ciri bioma tundra adalah sebagai berikut.

1)      Curah hujan sekitar 10 cm per tahun.

2)      Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang dan gelap serta musim panas yang panjang dan terang terus menerus.

3)      Tidak ada pohon yang tinggi, kalaupun ada terlihat tebal seperti semak.

4)      Tumbuhan semusim biasanya berbunga dengan warna yang mencolok dalam masa pertumbuhan yang pendek.

5)      Vegetasinya Spaghnum, lumut kerak, dan perdu

6)      Hewannya Muskox, rusa kutub, kelinci,serigala, rusa dan domba.















2. KELOMPOK EKOSISTEM PERAIRAN (AKUATIK)

Ekosistem perairan terdiri dari ekosistem air tawar dan ekosistem laut. Ekosistem air tawar contohnya meliputi kolam, sungai, danau, rawa, rawa gambut. Sedangkan, ekosistem laut misalnya hutan bakau, rawa payau, estuari, pantai berpasir, pantai berbatu, laut dangkal dan laut dalam. Berdasarkan cara hidup organisme pada ekosistem perairan dibedakan menjadi lima, antara lain sebagai berikut.

a.       Bentos, yaitu organisme yang hidupnya merangkak di dasar perairan, misalnya ketam dan cacing air.

b.      Nekton, yaitu organisme yang hidupnya bebas berenang secara aktif bergerak kesana kemari, misalnya ikan.

c.       Neuston, yaitu organisme yang hidupnya di permukaan perairan, misalnya eceng gondok, kiambang, dan laba-laba air.

d.      Plankton, yaitu organisme yang hidupnya melayang-layang mengikuti arus air bergantung intensitas cahaya, misalnya alga.

e.       Perifiton, yaitu organisme yang hidupnya menempel pada benda-benda yang ada di lingkungan air, misalnya lumut dan alga.












A.    Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1)      Salinitas (kadar garam) rendah, umumnya lebih rendah daripada kadar garam plasma sel organisme yang hidup di dalamnya.

2)      Kondisi lingkungannya dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.

3)      Variasi suhu antara permukaan dan dasar sangat rendah, relative sama.

4)      Penetrasi cahaya di perairan kurang.

Secara fisik dan biologi, ekosistem air tawar merupakan perantara ekosistem darat dan ekosistem laut. Organisme laut yang pindah ke lingkungan air tawar, ada yang beradaptasi terhadap lingkungan payau, yaitu di muara sungai, ada yang sepanjang hidupnya pulang balik dari laut ke air tawar, ada pula yang menyesuaikan diri hidup di antara air tawar dan darat, yaitu pada daerah tepi sungai, kolam, dan tempat lembab. Berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya ekosistem air tawar dikelompokkan menjadi litoral, limnetik, dan profundal.

Berdasarkan aliran airnya, ekosistem dibedakan menjadi ekosistem lotik yang airnya mengalir, misalnya sungai. Dan ekosistem lentik yang airnya tidak mengalir misalnya, danau dan kolam. Adaptasi organisme yang hidup di air tawar untuk mengatasi kadar garam yang lebih rendah adalah dengan mengeluarkan banyak urin, sedikit minum karena air diabsorbsi lewat kulit secara osmosis, dan garam mineral diabsorbsi melalui insang.



3. EKOSITEM LAUT
Ekosistem laut merupakan sistem akuatik terbesar di planet bumi, ukuran dan kerumitannya menyulitkan kita untuk dapat membicarakannya secara utuh sebagi satu kesatuan. Akibatnya, dirasa lebih mudah jika membaginya menjadi sub-bagian yang lebiihh dapat dikelola, selanjutnya masing-masing dapat dibicarakan berdasarkan prinsip – prinsip ekologi yang menentukan kemampuan daptasi orgaanisasi suat komunitas.

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.

1)      Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.

2)      NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.

3)      Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.

4)      Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.


Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan bumi. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya matahari sangat besar. Daya tembus cahaya matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Diantara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.

Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi zona litoral, neritik, dan oseanik. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi: epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik, dan hadal pelagik.

Beberapa macam zona litoral, antara lain sebagai berikut:

a)      Ekosistem estuaria, yaitu terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut. Ciri estuari adalah berair payau dan vegetasi di dominasi oleh tumbuhan bakau. Berdasarkan salinitasnya estuaria dibedakan menjadi oligohalin yang berkadar garam rendah (0.5-3%), mesohalin berkadar garam sedang (3-17%), dan polihalin berkadar garam tinggi di atas 17%.

b)      Ekosistem pantai pasir, merupakan zona litoral yang terkena deburan ombak terus-menerus dan terpaan cahaya matahariselama 12 jam. Vegetasinya membentuk formasi prescaprae dan formasi baringtonia, sebagai suatu unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya dan diberi nama sesuai dengan nama vegetasi yang mendominasi.

Pada formasi prescaprae didominasi oleh vegetasi Ipomoea pescaprae, tumbuhan lain yang hidup disini ialah Vigna, Spinifex littorius (rumput angin),Crinum asiaticum (bakung) dan Euphorbia atoto. Formasi baringtonia didominasi oleh vegetasi Borringtonia. Tumbuhan lain yang ada antara lain adalah Callophyllum, Hernandia, Hibiscus tiliaceus, Terminalia dan Erythrina. Hewan pada ekosistem pantai pasir kebanyakan hidup di dalam pasir, misalnya kepiting kecil.

c)      Ekosistem pantai batu, merupakan daerah pantai yang memiliki air jernih dan berbatu. Daerah ini banyak dihuni hewan coelenterata, moluska, krustase dan tumbuhannya adalah alga bersel tunggal, alga hijau, dan alga merah.









Pada ekosistem pantai batu ini terdapat zona – zona sebagai berikut :
1.      Zona horizontal

Zona ini tersusun keatas secara tegak lurus mulai dari permukaan pasang-turun terendah sampai kekondisi daratan yang sebenarnya, zonasi ini mirip dengan pola zonasi yang terdapat pada gunung,

2.      Zona vertikal

Zona ini bergantung pada kemiringan permukaan berbatu permukaan berbatu, kisaran pasang surut, dan keterbukaannya terhadap gerakan ombak. Jika kemiringan batuan itu landai, maka tiap zona menjadi luas, keadaan keterbukaan yang sama permukaan tegak lurus, zona yang sama akan menyempit.

3.      Zona midlitoral

      Merupakan zona luas batas teratasnya bertepatan dengan batas teritip, sedangkan batas bawahnya ditempati oleh kelompok yang besar  (laminaria dan lain-lain) yang mencapai penyebaran paling tinggi.


4.      Zona tepi infralitoral

Yang membentang dari pasang turun terendah sampai kebatas kelompok terbesar, daerah ini merupakan zona keterbukaan terhadap udara. Daerah ini benar - benar merupakan perluasan dari zona infralitoral atau yang kita ketahui sebagai daerah sublitoral.






d)     Ekosistem Pantai Berlumpur

Garis batas yang jelas antara pantai berbatu dan pantai berpasir dapat dengan mudah ditemukan dan didefenisikan, tetapi tidak demikian hal nya dengan garis batas antara pantai berpasir dengan pantai berlumpur. Karena sebagai pantai yang lebih terlindung dari gerakan ombak, keduanya cenderung mempunyai butiran yang lebih halus dan mengakumulasi lebih banyak bahan organic sehingga menjadi berlumpur. Pantai berlumpur cenderung untuk mengakumulasi bahan organik, yang berarti bahwa tersedia cukup banyak makanan yang potensial untuk organisme penghuni pantai , tetapi berlimpahnya partikel organik yang halus yang mengendap didaratan lumpur juga mempunyai kemampuan untuk menyumbat permukaan alat pernapasan.

Permukaan pantai berlumpur agak tandus hal ini dapat dilihat dari sedikitnya organisme yang menempati permukaan daratan lumpur, tumbuhan termasuk makroalga, misalnya spesies alga merah, ulva, alga hijau. Berbagain rumput laut seperti genus zostera.

Kelimpahan alga besar ini sering mengalami daur musiman, umum ditemukan dalam musim panas dan menghilang pada musim dingin.

Daerah lumpur mengandung sejumlah besar bakteri, yang memakan sejumlah besar bahan organik. Bakteri ini merupakan satu-satunya organisme yang melimpah yang ditemukan pada pantai berlumpur dan membentuk biomassa yang berarti. Diantara bakteri dominan yang hidup didaerah ini ada beberapa jenis yang mampu memanfaatkan energi potensial dari berbagai senyawa kimia tereduksi yang terdapat dalam jumlah yang melimpah. Bakteri kemodintetik atau bakteri sulfur ini mendapat energi dari hasi oksidasi dari beberapa senyawa sulfur yang tereduksi, seperti berbagi sulfida (H2S).

Jenis ikan yang terdapat pada pantai berlumpur ini ialah bentuk tubuh biasanya pipih dan memanjang (blennidae, polidhae) atau gepeng (cottidae, cobiessocidae), yang memungkinkan mereka tinggal di lubang , saluran , celah, atau lekukan untuk berlindung dari kekeringan dan gerakan ombak.

Sebagian besar memiliki gelembung renang dan sangat berasosiasi dengan subtrat.





1) Zona laut dangkal (Neritik)

Neritik, yaitu zona yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai ke dasarnya. Di daerah ini plankton, nekton dan bentos dapatn hidup dengan baik. Contoh zona laut dangkal adalah ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang terbentuk dari kerangka Coelenterata. Organisme yang ada dari Alga, Porifera, Coelenterata, berbagai jenis ikan dan udang. Selain itu juga terdapat rumput laut yang secara umum disebut rumput-rumputan laut.rumput laut merupakan tumbuhan berbungan yang beradaptasi untuk hidup teredam didalam air laut.

Kebanyakan spesies rumput laut mempunyai morfologi luar yang secara kasar hampir serupa, berdaun yang panjang, tipis dan mirip pita yang mempunyai saluuran – saluran air , serta bentuk pertumbuhannya  monopodial. Tumbuhan ini tumbuh dari rizoma yang merambat.



















2) Zona Laut Dalam

            Laut dalam gelap gulita kecuali di bagian zona mesopelagik dimana pada waktu atau kondisi tertentu masih ada sedikit cahaya matahari. Karena wilayah gelap sepanjang masa atau intensitas cahaya sangat rendah, foto sintesis tidak mungkin berlangsung. Dengan kata lain tidak aka nada produksi primer dilaut dalam. Bila disini tampak adanya cahaya, maka cahaya ini dihasilkan melalui hewan – hewan laut dalam tertentu. Tiadanya cahaya mengakibatkan hewan – hewan laut dalam harus memiliki indria-indria khusus untuk mendeteksi makanan dan lawan jenis bagi keperluan reproduksi, serta untuk mempertahankan bermacam asosiasi intra maupun maupun inter spesies.

            Kondisi- kondisi lingkungan hidup laut dalam memaksa organisme penghuninya untuk mengadakan adaptasi. Karena penelitian terhadap hewan metozoa laut dalam yang masih hidup dan dalam kondisi alami sangat  sulit dilakukan, maka dewasa ini sedikit bukti langsung salah satu adaptasi yang dapat diamati, pada hewan – hewan mesopelagik ialah warna. Ikan – ikan mesopelagik khususnya cenderung warnanya abu-abu keperakan atau hitam kelam(ikan lentera, ikan gonotosmatid, ikan kapak, euphausiid).

Sebaliknya, invertebrata mesopelagik berwarna ungu atau merah cerah. Ubur-ubur mesopelagik misalnya sering kali berwarna ungu kelam, seperti koppepoda dan bermacam udang (teripang, bintang mengular, krustasea dekapoda, ekinoid,).
.










3) Zona oseanik

Merupakan wilayah ekosistem laut lepas yang kedalamannya tidak dapat ditembus cahaya matahari sampai ke dasar, sehingga bagian dasarnya paling gelap. Akibatnya bagian air dipermukaan tidak dapat bercampur dengan air dibawahnya, karena ada perbedaan suhu. Batas dari kedua lapisan air itu disebut daerah Termoklin, daerah ini banyak ikannya.



























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa materi yang kami ulas tentang Makhluk Hidup Dalam Ekositem Alami dapat kami simpulkan bahwa secara keseluruhan ekosistem terbagi atas  3 golongan ekosistem yaitu ekosistem darat,ekosistem air tawar,dan ekosistem air laut. Selanjutnya ekosistem darat terbagi atas Bioma Gurun,Bioma Padang Rumput,Bioma Hutan Gugur,Bioma Hutan Hujan Tropis,Bioma Taiga,dan Bioma Tundra,Ekosistem air laut juga terbagi atas Ekosistem Esturia,Ekosistem Pantai Pasir,Ekosistem Pantai Batu,Ekosistem Pantai Berlumpur.

B.     Saran
Bagi pembaca,semoga makalah ini bisa menjadi panduan ataupun sumber materi untuk proses pembelajaran baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.





















DAFTAR PUSTAKA

James,Nyabakken. 1998.Biologi laut suatu pendekatan ecologist.Jakarta: PT Gramedia.
Irianto,sugeng yuli.dan Wasis. 2008.Ilmu Pengetahuan Alam.Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Anshori,Moch.dan Martono,Joko. 2009.Biologi.Jakarata: : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Winarsih,Anny,dkk. 2008.IPA Terpadu.Jakarta: : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Sugiyarto,teguh.dan Ismawati,Eny. 2008.Ilmu Pengetahuan Alam 1.Jakarta: : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

1 komentar: